Minggu, 18 Mei 2014

Resume Kuliah Umum



Kuliah Umum Jurusan Manajemen Pendidikan
“Membangun Kewirausahaan Pendidikan”
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_q1FhFp7xYpBYBje0FCwf7m5OIvN1dw1PiJ8tCTDAzCvrVzGApsn7InGpWPpwFyj5x9-P2ZyNylfYhUGl3NVGPMprxz4saT0hXaWFPPLOl-Oj4U0dza3A3vI-PVrTy0nGClWb1kjXu8Pn/s1600/pic+5.jpgDr. Ir. Haidar Bagir, M. A.

                                                  
Dr. Ir. Haidar Bagir, M.A.



Rabu, 14 Mei 2014, bertempat di Gedung Sertifikasi Guru Lantai 9, Jurusan Manajemen Pendidikan mengadakan kuliah umum (studium general) yang bertemakan "Membangun Kewirausahaan Pendidikan". Kuliah Umum tersebut mendatangkan seorang narasumber Bapak Dr. Ir. Haidar Bagir, M.A.. Beliau merupakan pendiri dan direktur utama dari Mizan Publishing Group, serta ketua yayasan Lazuardi Hayati, yang membawahi sekolah Lazuardi GIS.
Dibuka dengan penampilan musik dan tari, acara semakin bertambah meriah dengan didampingi MC yang interaktif. Dengan dimoderatori oleh Ketua Jurusan Dr. Nurhattati Fuad, M.Pd, kuliah umum berjalan secara menarik dan kondusif. Meskipun terdapat beberapa halangan, namun Alhamdulillah acara inti berjalan dengan lancar. Pembicara membawakan materi mengenai "Konsep Mengelola Sekolah Berkualitas", dimana materi terbagi menjadi dua, yaitu pembahasan mengenai perubahan paradigma dan nilai seorang pendidik, serta pengelolaan sekolah secara garis besar.


"Pendidik adalah wakil Tuhan, pewaris para Nabi!" begitu ungkapan beliau dengan sangat antusias, dimana beliau mencoba untuk merubah paradigma dan nilai yang mungkin sudah melekat dalam diri kita. Ketika mungkin kita merasa terlanjur masuk ke dalam dunia pendidikan, beliau berseru "Pikirkan ulang keputusan kalian! Ditangan kalianlah, hitam putih generasi bangsa penerus masa depan akan ditentukan. Belajarlah mencintai menjadi seorang pendidik, karena pendidik adalah pekerjaan yang paling dekat ke surga."
"Saya berpikir keras untuk memilih materi dalam kuliah umum ini. Namun saya putuskan untuk menyampaikan kepada anda konsep perubahan paradigma dan nilai, karena ini yang sangat penting. Masalah teknis manajerial, mudah anda dapatkan di buku atau internet." beliau berkata, sambil menjawab kebingungan kami atas materi yang dirasa kurang pas dengan tema. Namun beliau sekali lagi menekankan, bahwa ditangan kamilah, hitam putih generasi bangsa akan ditentukan. Untuk itu, kami, sebagai seorang calon pendidik, harus memiliki hasrat (passion) dalam menjalankan proses pendidikan nantinya.
Beliau juga menceritakan tentang kisah tiga tukang batu. Tukang batu pertama sedang menumpuk batu bata secara teratur. Ketika ditanya, dia menjawab "saya sedang membangun sebuah tembok.". Tukang batu yang kedua, tidak jauh dari lokasi tukang batu pertama, sedang melakukan hal yang sama. Ketika ditanya, ia menjawab "Saya sedang membangun sebuah rumah.". Tak jauh dari lokasi tersebut, ada tukang batu ketiga yang sedang melakukan hal yang sama. Ketika ditanya, ia menjawab "Saya sedang membangun rumah baru yang sederhana, yang nantinya akan ditinggali oleh keluarga baru yang bahagia dengan putra putri mereka.".
"Dengan upah yang sama, terik matahari yang sama, lelah yang sama, ketiga tukang batu tersebut dijamin akan menghasilkan pekerjaan yang berbeda." tegas pak Haidar. Tukang batu yang ketiga pasti akan menghasilkan rumah yang lebih sempurna dibanding yang kedua atau yang pertama, karena ia bekerja dengan hati, bukan cuma otot dan otak saja. Begitulah pak Haidar menjelaskan, bahwa nanti sebagai calon pendidik, kita harus memiliki passion untuk dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan berkualitas.




Outing Class, Bebek Kaleyo




LAPORAN OUTING CLASS
MANAJEMEN PEMASARAN JASA PENDIDIKAN
Dosen : Amril Muhammad, S. E., M. Pd.


BEBEK KALEYO, RAWAMANGUN



 
Narasumber : Joko (Area Manager Bebek Kaleyo)

Bebek kaleyo berdiri pada tanggal 15 Januari 2007. Pada awalnya bebek kaleyo ini berdiri di daerah Cempaka Putih, Jakarta Timur yang hanya menggunakan tenda kaki lima. Bebek kaleyo merupakan “Family Bussines” yang didirikan oleh 4 owner yaitu Hendri Prabowo dengan Fenty Puspitasari dan Paulus Maria dengan Riri Cahyati. Mereka merupakan keluarga kakak beradik. Bebek kaleyo hingga saat ini memiliki 12 outlet yaitu :
1.      CempakaPutih, Jakarta Timur
2.      Rawamangun, Jakarta Timur
3.      Sunter, Jakarta Utara
4.      Buaran, Jakarta Timur
5.      BumiSerpongDamai, Tangerang
6.      Tebet, Jakarta Selatan
7.      Harapan Indah, Bekasi
8.      Cempaka Putih, Jakarta Timur (bersebelahan dengan outlet yang pertama)
9.      Jatiwaringin, Jakarta Timur
10.  Bintaro
11.  Kalimalang, Jakarta Timur
12.  Daan Mogot, Jakarta Barat

Kaleyo memiliki dua suku kata yaitu Kale dan Ayo. Kale memiliki arti dua sedangkan Ayo berarti mengajak. Jadi Keleyo ialah mengajak untuk dating kembali. Bebek kaleyo ini tidak menggunakan system friendchies karena mempertimbangkan hambatan-hambatan dari friendchies ini. Bebek kaleyo awalnya memasarkan melalui iklan dari mulut kemulut dan melalui pamphlet lalu dengan berkembangnya dunia teknologi maka mereka memasarkan melalui internet.
Tidak hanya melalui internet mereka juga menyantumkan nomer telfon untuk kritik dan saran pada setiap sudut di semua outlet untuk melakukan perbaikan yang akan memajukan restoran ini.
Sistem pendapatan dari bebek kaleyo ini yaitu dengan cara terpusat dan menjaga kualitas dari produk. Semua bahan produk ini juga terpusat lalu di distribusikan ke 12 outlet. Outlet ini menerima produk setengah jadi dan dimasak kembali agar dipasarkan kepada pelanggan. Bebek kaleyo menjaga kepuasan pelanggan dengan cara mempertahankan cita rasa dan pembuatan secara tradisional.
Penerimaan karyawan pada bebek kaleyo ini yaitu dengan mempekerjakan lulusan SD dan SMP. Mereka merupakan anak-anak yang putus sekolah dan tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan. Pada awal karyawan yang telah diterima melakukan training terlebih dahulu dan menerima pelajaran bagaimana sejarah dari bebek kaleyo dan cara-cara melayani pelanggan dengan baik. Budaya kerja yang diterapkan oleh bebek kaleyo ini dengan senam bersama setiap Kamis malam atau setelah menutup outlet, kerja bakti sebulan sekali pada setiap outlet dan membaca SuratYasin bersama setiap hari setelah menutup outlet.
Pada awal membuka usaha bebek kaleyo ini mengalami kesulitan pada saat mematenkan cita rasa dari bebek itu sendiri dan harus mencoba berulang kali agar mendapatkan cita rasa yang terbaik. Bebek kaleyo buka dari Senin hingga Sabtu pukul 11.00- 23.00 WIB, dan tutup pada hari Minggu.