Kuliah
Umum Jurusan Manajemen Pendidikan
“Membangun
Kewirausahaan Pendidikan”
Dr.
Ir. Haidar Bagir, M.A.
|
Rabu,
14 Mei 2014, bertempat di Gedung Sertifikasi Guru Lantai 9, Jurusan Manajemen
Pendidikan mengadakan kuliah umum (studium general) yang bertemakan
"Membangun Kewirausahaan Pendidikan". Kuliah Umum tersebut
mendatangkan seorang narasumber Bapak Dr. Ir. Haidar Bagir, M.A.. Beliau
merupakan pendiri dan direktur utama dari Mizan Publishing Group, serta ketua
yayasan Lazuardi Hayati, yang membawahi sekolah Lazuardi GIS.
Dibuka
dengan penampilan musik dan tari, acara semakin bertambah meriah dengan
didampingi MC yang interaktif. Dengan dimoderatori oleh Ketua Jurusan Dr.
Nurhattati Fuad, M.Pd, kuliah umum berjalan secara menarik dan kondusif.
Meskipun terdapat beberapa halangan, namun Alhamdulillah acara inti berjalan
dengan lancar. Pembicara membawakan materi mengenai "Konsep Mengelola
Sekolah Berkualitas", dimana materi terbagi menjadi dua, yaitu pembahasan
mengenai perubahan paradigma dan nilai seorang pendidik, serta pengelolaan
sekolah secara garis besar.
"Pendidik
adalah wakil Tuhan, pewaris para Nabi!" begitu ungkapan beliau dengan
sangat antusias, dimana beliau mencoba untuk merubah paradigma dan nilai yang
mungkin sudah melekat dalam diri kita. Ketika mungkin kita merasa terlanjur
masuk ke dalam dunia pendidikan, beliau berseru "Pikirkan ulang keputusan
kalian! Ditangan kalianlah, hitam putih generasi bangsa penerus masa depan akan
ditentukan. Belajarlah mencintai menjadi seorang pendidik, karena pendidik
adalah pekerjaan yang paling dekat ke surga."
"Saya berpikir keras untuk
memilih materi dalam kuliah umum ini. Namun saya putuskan untuk menyampaikan
kepada anda konsep perubahan paradigma dan nilai, karena ini yang sangat
penting. Masalah teknis manajerial, mudah anda dapatkan di buku atau
internet." beliau berkata, sambil menjawab kebingungan kami atas materi
yang dirasa kurang pas dengan tema. Namun beliau sekali lagi menekankan, bahwa
ditangan kamilah, hitam putih generasi bangsa akan ditentukan. Untuk itu, kami,
sebagai seorang calon pendidik, harus memiliki hasrat (passion) dalam
menjalankan proses pendidikan nantinya.
Beliau
juga menceritakan tentang kisah tiga tukang batu. Tukang batu pertama sedang
menumpuk batu bata secara teratur. Ketika ditanya, dia menjawab "saya
sedang membangun sebuah tembok.". Tukang batu yang kedua, tidak jauh dari
lokasi tukang batu pertama, sedang melakukan hal yang sama. Ketika ditanya, ia
menjawab "Saya sedang membangun sebuah rumah.". Tak jauh dari lokasi
tersebut, ada tukang batu ketiga yang sedang melakukan hal yang sama. Ketika
ditanya, ia menjawab "Saya sedang membangun rumah baru yang sederhana,
yang nantinya akan ditinggali oleh keluarga baru yang bahagia dengan putra
putri mereka.".
"Dengan
upah yang sama, terik matahari yang sama, lelah yang sama, ketiga tukang batu
tersebut dijamin akan menghasilkan pekerjaan yang berbeda." tegas pak
Haidar. Tukang batu yang ketiga pasti akan menghasilkan rumah yang lebih
sempurna dibanding yang kedua atau yang pertama, karena ia bekerja dengan hati,
bukan cuma otot dan otak saja. Begitulah pak Haidar menjelaskan, bahwa nanti
sebagai calon pendidik, kita harus memiliki passion untuk dapat menghasilkan
sesuatu yang baik dan berkualitas.
