Minggu, 19 Oktober 2014

Model-Model Pelatihan

Model pelatihan merupakan sebuah proses atau sarana konseptual yang digunakan untuk menganalisis, merancang, memproduksi, menerapkan, dan mengevaluasi sebuah aktivitas atau program pelatihan.

Model pelatihan terbagi menjadi :
¹1. Model Pelatihan Mikro
²2. Model Pelatihan Makro

Model Pelatihan Mikro :
¹1. System Model, yaitu model pelatihan yang masing-masing sub sistemnya saling berkaitan.
System Model terdiri dari 5 fase yaitu :
A. Analyze and Identify
B. Design and Provide Training
C. Develop
D. Implementing
E. Evaluating

²2. Instructional System Development (ISD), yaitu model pelatihan yang berfokus kepada performance dan output (apa yang dihasilkan) oleh pelatihan tersebut.
Pada model ini memiliki 5 langkah yaitu :
A. Analysis
B. Planning
C. Development
D. Execution
E. Evaluation

Model Pelatihan Makro :
¹1. Transitional Model, yaitu model pelatihan yang berfokus kepada organisasi secara menyeluruh (keseluruhan organisasi).
Model ini berkaitan dengan 5 hal yaitu :
A. Vision
B. Mission
C. Values
D. Unstructured Experimentation
E. Realization

Senin, 13 Oktober 2014

PAJAK


1. Pengertian Pajak
Dalam bukunya, Merdiasmo (2002:1) mengemukakan pengertian pajak sebagai berikut: Pajak adalah iuran rakyat kepada negara berdasarkan Undang-Undang (yang dapat di paksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.
Pajak menurut Pasal 1 angka 1 UU No. 6 Tahun 1983 sebagaimana telah disempurnakan terakhir dengan UU No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan umum dan tata cara perpajakan adalah "kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang Undang, dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat''
Definisi lain terkait pajak dikemukakan oleh Remsky K. Judisseno (1997:5) adalah sebagai berikut: Pajak adalah suatu kewjiban kenegaraan dan pengapdiaan peran aktif warga negara dan anggota masyarakat lainnya untuk membiayai berbagai keperluan negara berupa pembangunan nasional yang pelaksanaannya diatur dalam Undang-Undang dan peraturan-peraturan untuk tujuan kesejahteraan dan negara.

2. Jenis-jenis Pajak
Pada umumnya Pajak dapat dikelompokkan menjadi:

A. Menurut  Golongannya
  1. Pajak Langsung, yaitu pajak yang harus dipikul sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. Contohnya: Pajak Penghasilan
  2. Pajak tidak langsung, yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. Contoh: Pajak Pertambahan nilai.
B. Menurut Sifatnya
  1. Pajak subjektif, yaitu Pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada subjeknya, dalam arti memperhatikan keadaan diri wajib pajak. Contoh: Pajak Penghasilan.
  2. Pajak Objektif, yaitu pajak yang berpangkal pada objeknya, tanpa memperhatikan keadaan diri wajib pajak. Contoh : Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas BArang mewah.
C. Menurut Lembaga Pemungutnya
  1. Pajak Pusat, yaitu Pajak yang dipungut oleh Pemerintah Pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara. Contoh: Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
  2. Pajak Daerah, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah. Contoh: Pajak kendaraan dan Bea balik nama kendaraan bermotor, pajak hotel dan restoran (pengganti pajak pembangunan), pajak hiburan, dan pajak penerangan jalan.
Asas-asas pemungutan pajak yang dikemukakan oleh Pudyatmoko (2000:4) bahwa pungutan pajak didasarkan pada :
  1. Equality, adalah pungutan pajak yang adil dan merata.
  2. Certainty, adalah Penetapan pajak yang tidak di tentukan wewenang-wewenang.
  3. Conveinance, adalah pembayaran pajak sebaiknya sesuai dengan saat yang tidak menyulitkan wajib pajak.
  4. Economy, biaya pungutan dan biaya pemenuhan kewajiban pajak bagi wajib pajak ditetapkan seminimum mungkin.
Dalam pelaksanaan Undang-Undang Perpajakan yakni Undang-Undang No.17 Tahun 2000, setiap wajib pajak yang memperoleh penghasilan dari kegiatan usahanya wajib menyetor ke kas negara pajak atas penghasilan yang diterimanya. Besarnya kewajiban perpajakan wajib pajak tersebut diatur dalam Undang-Undang Perpajakan dan peraturan pemerintah.

Contoh Soal :
Toton Syafrudin adalah seorang pegawai PT. Sentosa, menikah dengan 3 orang anak. Memperoleh gaji pokok per-bulan Rp. 4.500.000,- PT. Sentosa mengikuti Jamsostek, Premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan Premi Jaminan Kematian yang dibayarkan oleh pemberi kerja masing-masing 5% dari gaji pokok. PT. Sentosa juga menanggung Iuran Jaminan Hari Tua per-bulan sebesar 4% dari gaji pokok. Sedangkan Toton Syafrudinmembayar Iuran Jaminan Hari Tua sebesar 3% dari gaji. PT. Sentosa membayar Iuran Pensiun untuk Toton Syafrudin ke dana pensiun yang telah disahkan. Sedangkan Toton Syafrudin membayar Iuran Pensiun sebesar Rp. 100.000,- pada bulan Oktober 2014. Hitunglah PPh Pasal 21 bulan oktober 2014!

Jawaban :
Gaji Pokok                                                                                         Rp. 4.500.000,-
Premi Jaminan Kecelakaan Kerja                                                  Rp.    225.000,-
Premi Jaminan Kematian                                                                 Rp.    225.000,-
      +
Penghasilan Bruto                                                                          Rp. 4.950.000,-

Biaya Jabatan (5% × Rp. 4.950.000,-)      Rp.    247.500,-
Iuran Pensiun                                                Rp.    100.000,-
Iuran Jaminan Hari Tua                                Rp.    180.000,-
Rp.    527.500,-
Penghasilan Netto per-Bulan                                                          Rp. 4.422.500,-
Penghasilan Netto per-Tahun (12 × Rp. 4.422.500,-)                  Rp. 53.070.000,-

PTKP
WP                                                                  Rp. 24.300.000,-
I                                                                       Rp.   2.025.000,-
A1                                                                   Rp.   2.025.000,-
A2                                                                   Rp.   2.025.000,-
A3                                                                   Rp.   2.025.000,- (+)
Add caption

PKP per-Tahun                                                                                Rp. 20.670.000,-
PPh Pasal 21 (5% × Rp. 20.670.000)     =                                  Rp.   1.033.500,-

PPh Pasal 21 Bulan Oktober 2014 (Rp. 1.033.500 ÷ 12)  =     Rp. 86.125,-



Minggu, 05 Oktober 2014

Pendekatan Pelatihan

Bicara tentang pendekatan pelatihan, dalam tulisan ini akan saya berikan beberapa hasil rangkuman dari pemaparan dosen dalam perkuliahan saya minggu lalu.

Pendekatan Pelatihan

Pendekatan, merupakan basis atau dasar-dasar yang digunakan untuk melakukan pelatihan. Pendekatan merupakan sebuah cara atau langkah-langkah yang diambil agar pelatihan yang dilakukan dapat secara efektif dan efisien diterima oleh peserta pelatihan. Dengan pendekatan pelatihan maka dapat digunakan pula metode-metode yang tepat agar pesan yang diberikan tersampaikan dengan baik.

Pelatihan merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk meningkatkan performance/kemampuan, kinerja, pengetahuan, skill dan mengubah sikap/perilaku sesuai dengan kebutuhan kerja.

Dari definisi diatas dapat saya simpulkan yang dimaksud dengan pendekatan pelatihan adalah sebuah cara/langkah yang digunakan untuk meningkatkan performance/ kemampuan, keterampilan, pengetahuan, sikap dan perilaku tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan kerja secara efektif dan efisien.

Macam atau Jenis Pendekatan Pelatihan

Pada dasarnya pendekatan pelatihan terbagi menjadi dua, yaitu :

1. Traditional Approach, yaitu pendekatan yang digunakan terhadap orang-orang atau tenaga kerja yang belum memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan sedikitpun, sehingga pendekatan yang digunakan dalam pelatihan adalah pendekatan “konvensional”.

2. Modern Approach, yaitu pendekatan yang digunakan kepada orang-orang yang belum atau sudah bekerja yang dianggap telah memiliki pengetahuan mendasar tentang ranah kerja yang ditekuninya.

Objek Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT)

Objek DIKLAT dalam hal ini merupakan target atau sasaran yang akan diberikan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT). Berikut akan dipaparkan 4 objek DIKLAT, yaitu :

1. Individual, individu dijadikan sebagai objek DIKLAT karena pencapaian individu berdampak terhadap pencapaian tujuan dari sebuah organisasi.

2. Organization, dijadikan sebagai objek DIKLAT karena pencapaian sebuah tujuan organisasi akan mempengaruhi pencapaian individu.

3. Fungsional, sebuah kontribusi yang diberikan perangkat fungsional organisasi akan berpengaruh terhadap kebutuhan-kebutuhan organisasi.

4. Societa, dalam hal ini DIKLAT memiliki peran, etika dan tanggung jawab sosial terhadap sebuah pembangunan di masyarakat. DIKLAT diharapkan mampu merubah dan mengembangkan potensi-potensi yang ada didalam masyarakat.

Importance of Training and Development

1. Optimum utilization of human resources
2. Development of human resources
3. Development of employees skill
4. Productivity
5. Team spirit
6. Organization culture
7. Organization climate
8. Quality
9. Healthy work environment
10. Morale
11. Image, and
12. Profitability

Minggu, 14 September 2014

Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan, merupakan sebuah proses pengaturan aktivitas danatau kegiatan keuangan dalam suatu organisasi, dimana didalamnya termasuk kegiatan planning, analisis dan pengendalian terhadap kegiatan keuangan yang biasanya dilakukan oleh Manajer Keuangan.

Fungsi Manajemen Keuangan
1. Investment Decision, keputusan yang diambil oleh manajer keuangan dalam pengalokasian dana dalam bentuk investasi yang dapat menghasilkan laba dimasa yang akan datang.
2. Financial Decision, keputusan manajer keuangan dalam melakukan pertimbangan dan analisis perpaduan antara sumber sumber dana yang paling ekonomis bagi perusahaan untuk mendanai kebutuhan kebutuhan Inventaris serta kegiatan operasional perusahaan.
3. Divided Decision, bagian dari keuntungan suatu perusahaan yang dibayarkan kepada para pemegang saham.

Tujuan Manajemen Keuangan
1. Memaksimalkan kesejahteraan perusahaan danatau memaksimalkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan yang sudah "Go Public" tercermin dalam harga pasar saham perusahaan, sedangkan nilai perusahaan yang belum "Go Public" nilainya terealisasi apabila perusahaan akan dijual (Total Aktiva dan prospek perusahaan, resiko usaha, lingkungan usaha dll.)
2. Going Concern, menjaga kelangsungan hidup perusahaan.
3. Mencapai kesejahteraan masyarakat sebagai tanggung jawab sosial perusahaan.

Peranan Manajemen Keuangan
1. Fungsional Perusahaan
2. Posisi manajer keuangan dalam struktur organisasi
3. Pengembangan karier manajer keuangan
4. Kesempatan berkarier

Dengan demikian, Manajemen Keuangan dapat membantu kita dan perusahaan dalam mengelola danatau mengatur alokasi dana dalam sebuah perusahaan yang akan berpengaruh juga terhadap kesejahteraan masyarakat, pegawai maupun perusahaan itu sendiri.

Manajemen Pendidikan dan Pelatihan

Manajemen Pendidikan dan Pelatihan, menurut saya adalah sebuah usaha danatau aktivitas yang dilakukan untuk menciptakan sebuah proses pendidikan dan pelatihan yang baik untuk membangun serta meningkatkan sikap, perilaku serta keterampilan terhadap sumber daya manusia dalam sebuah organisasi.

Melalui Manajemen Pendidikan dan Pelatihan diharapkan sumber daya manusia yang ada dalam sebuah organisasi mampu memenuhi semua kompetensi yang dibutuhkan.

Berikut ini adalah Kerangka Kompetensi Sumber Daya Manusia Abad 21 :

A. Kehidupan dan Karier
1. Fleksibel dan Adaptif
2. Inisiatif dan Mandiri
3. Keterampilan Sosial dan Budaya
4. Produktif dan Akuntabel
5. Kepemimpinan dan Tanggungjawab

B. Pembelajaran dan Inovasi
1. Kreatif dan Inovatif
2. Kritis dalam menyelesaikan setiap masalah
3. Komunikatif dan Kolaboratif

C. Teknologi Informasi dan Komunikasi
1. "Melek" terhadap Informasi
2. "Melek" terhadap Media
3. "Melek" terhadap Kemajuan TIK

D. Penilaian
"Perlu mempersiapkan proses penilaian yang tidak hanya tes saja, namun harus dilengkapi dengan penilaian lainnya termasuk portofolio siswa. Disamping itu perlu adanya dukungan lingkungan pendidikan yang memadai."

Dibawah ini akan disebutkan Tuntutan terhadap Kompetensi Sumber Daya Manusia Abad 21 :

A. Pengetahuan / Wawasan Global
1. Konseptual yang Integratif dan Aplikatif
2. Orientasi kepada Solusi, Inovasi dan Kreativitas
3. Nilai nilai Universal (Lintas Budaya)

B. Keterampilan Global
1. Komunikasi Multi Budaya
2. Pemanfaatan Teknologi Informasi
3. Pengembangan Intelektual, Emotional dan Adversity Skill

C. Sikap dan Perilaku
1. Dinamis dan Fleksibel
2. Inisiatif dan Proaktif
3. Inovatif dan Kreatif
4. Mandiri / Survive

Melalui Manajemen Pendidikan dan Pelatihan yang baik dan benar diharapkan Kompetensi Sumber Daya Manusia Abad 21 tersebut dapat terpenuhi, demi keberlangsungan "Hidup" sebuah organisasi.

Minggu, 01 Juni 2014

Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen
Perilaku merupakan proses pengambilan keputusan individu. Mengevaluasi, Memperoleh, Menggunakan suatu produk.
Perilaku konsumen merupakan tindak-tindak yang dilakukan oleh individu, kelompok. Organisasi yang berhubungan dengan proses pengmabilan keputusan dalam
mendapatkan suatu produk.

Kebutuhan konsumen :
kebutuhan konsumen akan suatu produk akan menciptakan perilaku konsumen.

Kebutuhan menurut Abraham Maslow:
- Fisiologis
- Rasa Aman
- Merasa Memiliki
- Harga diri
- Pengaktualisasikan diri

Kebutuhan menurut David McCleland terdapat
tiga macam kebutuhan manusia:
- Need for Achievement
- Need for Affiliation
- Need of Power

Motif
Motif adalah sesuatu yang menjadikan dasar sesuatu.

William J. Sianton:
Motif dan motivasi adalah kebutuhan yang distimulus yang dicari oleh individu yang berorientasi pada rujukan untuk mencapai rasa puas.

Stan Ford:
Motivasi adalah suatu kondisi yang menggerakan manusia ke arah sesuatu tujuan tertentu.

Perilaku yang mempengaruhi perilaku konsumen:
- kekuatan sosial budaya
- kekuatan faktor psikologis
- kekuatan sikap dan keyakinan
- konsep diri

Total Quality Management (TQM)
Kualitas produk juga mempengaruhi
perilaku konsumen : kalau barang//produknya berkualitas pasti konsumen mau membeli/mengkonsumsinya.
- Proses produksi
- Kemampuan produk
- Layanan konsumen
- System&manajemen
- Teknologi & informasi
- Responsive keluhan pelanggan :
disediakan tidak media untuk kritik
dan sarannya ?
- Jaringan komunikasi

Etika pemasaran :
- Tanggung jawab pemasar
( promosi, distribusi (barang bener
sampai dirumah), penetapan harga,
riset pemasaran, hubungan organisasional)
- Tingkah laku professional
pemasar (ada pedomannya?)
- Kejujuran dan keadilan
(disebutkan kelebihan dan
kekurangannya)
- Hak dan kewajiban pihak-pihak
dalam proses pertukaran pemasaran

Prinsip-prinsip public terhadap
pemasaran :
- Prinsip kebebasan konsumen dan
produsen
- Prinsip mengendalikan bahaya
potensial
- Prinsip memenuhi kebutuhan
dasar
- Prinsip efisiensi ekonomis
- Prinsip inovasi
- Prinsip pendidikan dan informasi
konsumen
- Prinsip perlindungan konsumen

Minggu, 18 Mei 2014

Resume Kuliah Umum



Kuliah Umum Jurusan Manajemen Pendidikan
“Membangun Kewirausahaan Pendidikan”
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_q1FhFp7xYpBYBje0FCwf7m5OIvN1dw1PiJ8tCTDAzCvrVzGApsn7InGpWPpwFyj5x9-P2ZyNylfYhUGl3NVGPMprxz4saT0hXaWFPPLOl-Oj4U0dza3A3vI-PVrTy0nGClWb1kjXu8Pn/s1600/pic+5.jpgDr. Ir. Haidar Bagir, M. A.

                                                  
Dr. Ir. Haidar Bagir, M.A.



Rabu, 14 Mei 2014, bertempat di Gedung Sertifikasi Guru Lantai 9, Jurusan Manajemen Pendidikan mengadakan kuliah umum (studium general) yang bertemakan "Membangun Kewirausahaan Pendidikan". Kuliah Umum tersebut mendatangkan seorang narasumber Bapak Dr. Ir. Haidar Bagir, M.A.. Beliau merupakan pendiri dan direktur utama dari Mizan Publishing Group, serta ketua yayasan Lazuardi Hayati, yang membawahi sekolah Lazuardi GIS.
Dibuka dengan penampilan musik dan tari, acara semakin bertambah meriah dengan didampingi MC yang interaktif. Dengan dimoderatori oleh Ketua Jurusan Dr. Nurhattati Fuad, M.Pd, kuliah umum berjalan secara menarik dan kondusif. Meskipun terdapat beberapa halangan, namun Alhamdulillah acara inti berjalan dengan lancar. Pembicara membawakan materi mengenai "Konsep Mengelola Sekolah Berkualitas", dimana materi terbagi menjadi dua, yaitu pembahasan mengenai perubahan paradigma dan nilai seorang pendidik, serta pengelolaan sekolah secara garis besar.


"Pendidik adalah wakil Tuhan, pewaris para Nabi!" begitu ungkapan beliau dengan sangat antusias, dimana beliau mencoba untuk merubah paradigma dan nilai yang mungkin sudah melekat dalam diri kita. Ketika mungkin kita merasa terlanjur masuk ke dalam dunia pendidikan, beliau berseru "Pikirkan ulang keputusan kalian! Ditangan kalianlah, hitam putih generasi bangsa penerus masa depan akan ditentukan. Belajarlah mencintai menjadi seorang pendidik, karena pendidik adalah pekerjaan yang paling dekat ke surga."
"Saya berpikir keras untuk memilih materi dalam kuliah umum ini. Namun saya putuskan untuk menyampaikan kepada anda konsep perubahan paradigma dan nilai, karena ini yang sangat penting. Masalah teknis manajerial, mudah anda dapatkan di buku atau internet." beliau berkata, sambil menjawab kebingungan kami atas materi yang dirasa kurang pas dengan tema. Namun beliau sekali lagi menekankan, bahwa ditangan kamilah, hitam putih generasi bangsa akan ditentukan. Untuk itu, kami, sebagai seorang calon pendidik, harus memiliki hasrat (passion) dalam menjalankan proses pendidikan nantinya.
Beliau juga menceritakan tentang kisah tiga tukang batu. Tukang batu pertama sedang menumpuk batu bata secara teratur. Ketika ditanya, dia menjawab "saya sedang membangun sebuah tembok.". Tukang batu yang kedua, tidak jauh dari lokasi tukang batu pertama, sedang melakukan hal yang sama. Ketika ditanya, ia menjawab "Saya sedang membangun sebuah rumah.". Tak jauh dari lokasi tersebut, ada tukang batu ketiga yang sedang melakukan hal yang sama. Ketika ditanya, ia menjawab "Saya sedang membangun rumah baru yang sederhana, yang nantinya akan ditinggali oleh keluarga baru yang bahagia dengan putra putri mereka.".
"Dengan upah yang sama, terik matahari yang sama, lelah yang sama, ketiga tukang batu tersebut dijamin akan menghasilkan pekerjaan yang berbeda." tegas pak Haidar. Tukang batu yang ketiga pasti akan menghasilkan rumah yang lebih sempurna dibanding yang kedua atau yang pertama, karena ia bekerja dengan hati, bukan cuma otot dan otak saja. Begitulah pak Haidar menjelaskan, bahwa nanti sebagai calon pendidik, kita harus memiliki passion untuk dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan berkualitas.




Outing Class, Bebek Kaleyo




LAPORAN OUTING CLASS
MANAJEMEN PEMASARAN JASA PENDIDIKAN
Dosen : Amril Muhammad, S. E., M. Pd.


BEBEK KALEYO, RAWAMANGUN



 
Narasumber : Joko (Area Manager Bebek Kaleyo)

Bebek kaleyo berdiri pada tanggal 15 Januari 2007. Pada awalnya bebek kaleyo ini berdiri di daerah Cempaka Putih, Jakarta Timur yang hanya menggunakan tenda kaki lima. Bebek kaleyo merupakan “Family Bussines” yang didirikan oleh 4 owner yaitu Hendri Prabowo dengan Fenty Puspitasari dan Paulus Maria dengan Riri Cahyati. Mereka merupakan keluarga kakak beradik. Bebek kaleyo hingga saat ini memiliki 12 outlet yaitu :
1.      CempakaPutih, Jakarta Timur
2.      Rawamangun, Jakarta Timur
3.      Sunter, Jakarta Utara
4.      Buaran, Jakarta Timur
5.      BumiSerpongDamai, Tangerang
6.      Tebet, Jakarta Selatan
7.      Harapan Indah, Bekasi
8.      Cempaka Putih, Jakarta Timur (bersebelahan dengan outlet yang pertama)
9.      Jatiwaringin, Jakarta Timur
10.  Bintaro
11.  Kalimalang, Jakarta Timur
12.  Daan Mogot, Jakarta Barat

Kaleyo memiliki dua suku kata yaitu Kale dan Ayo. Kale memiliki arti dua sedangkan Ayo berarti mengajak. Jadi Keleyo ialah mengajak untuk dating kembali. Bebek kaleyo ini tidak menggunakan system friendchies karena mempertimbangkan hambatan-hambatan dari friendchies ini. Bebek kaleyo awalnya memasarkan melalui iklan dari mulut kemulut dan melalui pamphlet lalu dengan berkembangnya dunia teknologi maka mereka memasarkan melalui internet.
Tidak hanya melalui internet mereka juga menyantumkan nomer telfon untuk kritik dan saran pada setiap sudut di semua outlet untuk melakukan perbaikan yang akan memajukan restoran ini.
Sistem pendapatan dari bebek kaleyo ini yaitu dengan cara terpusat dan menjaga kualitas dari produk. Semua bahan produk ini juga terpusat lalu di distribusikan ke 12 outlet. Outlet ini menerima produk setengah jadi dan dimasak kembali agar dipasarkan kepada pelanggan. Bebek kaleyo menjaga kepuasan pelanggan dengan cara mempertahankan cita rasa dan pembuatan secara tradisional.
Penerimaan karyawan pada bebek kaleyo ini yaitu dengan mempekerjakan lulusan SD dan SMP. Mereka merupakan anak-anak yang putus sekolah dan tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan. Pada awal karyawan yang telah diterima melakukan training terlebih dahulu dan menerima pelajaran bagaimana sejarah dari bebek kaleyo dan cara-cara melayani pelanggan dengan baik. Budaya kerja yang diterapkan oleh bebek kaleyo ini dengan senam bersama setiap Kamis malam atau setelah menutup outlet, kerja bakti sebulan sekali pada setiap outlet dan membaca SuratYasin bersama setiap hari setelah menutup outlet.
Pada awal membuka usaha bebek kaleyo ini mengalami kesulitan pada saat mematenkan cita rasa dari bebek itu sendiri dan harus mencoba berulang kali agar mendapatkan cita rasa yang terbaik. Bebek kaleyo buka dari Senin hingga Sabtu pukul 11.00- 23.00 WIB, dan tutup pada hari Minggu.