Minggu, 18 Mei 2014

Outing Class, Bebek Kaleyo




LAPORAN OUTING CLASS
MANAJEMEN PEMASARAN JASA PENDIDIKAN
Dosen : Amril Muhammad, S. E., M. Pd.


BEBEK KALEYO, RAWAMANGUN



 
Narasumber : Joko (Area Manager Bebek Kaleyo)

Bebek kaleyo berdiri pada tanggal 15 Januari 2007. Pada awalnya bebek kaleyo ini berdiri di daerah Cempaka Putih, Jakarta Timur yang hanya menggunakan tenda kaki lima. Bebek kaleyo merupakan “Family Bussines” yang didirikan oleh 4 owner yaitu Hendri Prabowo dengan Fenty Puspitasari dan Paulus Maria dengan Riri Cahyati. Mereka merupakan keluarga kakak beradik. Bebek kaleyo hingga saat ini memiliki 12 outlet yaitu :
1.      CempakaPutih, Jakarta Timur
2.      Rawamangun, Jakarta Timur
3.      Sunter, Jakarta Utara
4.      Buaran, Jakarta Timur
5.      BumiSerpongDamai, Tangerang
6.      Tebet, Jakarta Selatan
7.      Harapan Indah, Bekasi
8.      Cempaka Putih, Jakarta Timur (bersebelahan dengan outlet yang pertama)
9.      Jatiwaringin, Jakarta Timur
10.  Bintaro
11.  Kalimalang, Jakarta Timur
12.  Daan Mogot, Jakarta Barat

Kaleyo memiliki dua suku kata yaitu Kale dan Ayo. Kale memiliki arti dua sedangkan Ayo berarti mengajak. Jadi Keleyo ialah mengajak untuk dating kembali. Bebek kaleyo ini tidak menggunakan system friendchies karena mempertimbangkan hambatan-hambatan dari friendchies ini. Bebek kaleyo awalnya memasarkan melalui iklan dari mulut kemulut dan melalui pamphlet lalu dengan berkembangnya dunia teknologi maka mereka memasarkan melalui internet.
Tidak hanya melalui internet mereka juga menyantumkan nomer telfon untuk kritik dan saran pada setiap sudut di semua outlet untuk melakukan perbaikan yang akan memajukan restoran ini.
Sistem pendapatan dari bebek kaleyo ini yaitu dengan cara terpusat dan menjaga kualitas dari produk. Semua bahan produk ini juga terpusat lalu di distribusikan ke 12 outlet. Outlet ini menerima produk setengah jadi dan dimasak kembali agar dipasarkan kepada pelanggan. Bebek kaleyo menjaga kepuasan pelanggan dengan cara mempertahankan cita rasa dan pembuatan secara tradisional.
Penerimaan karyawan pada bebek kaleyo ini yaitu dengan mempekerjakan lulusan SD dan SMP. Mereka merupakan anak-anak yang putus sekolah dan tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan. Pada awal karyawan yang telah diterima melakukan training terlebih dahulu dan menerima pelajaran bagaimana sejarah dari bebek kaleyo dan cara-cara melayani pelanggan dengan baik. Budaya kerja yang diterapkan oleh bebek kaleyo ini dengan senam bersama setiap Kamis malam atau setelah menutup outlet, kerja bakti sebulan sekali pada setiap outlet dan membaca SuratYasin bersama setiap hari setelah menutup outlet.
Pada awal membuka usaha bebek kaleyo ini mengalami kesulitan pada saat mematenkan cita rasa dari bebek itu sendiri dan harus mencoba berulang kali agar mendapatkan cita rasa yang terbaik. Bebek kaleyo buka dari Senin hingga Sabtu pukul 11.00- 23.00 WIB, dan tutup pada hari Minggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar