Minggu, 05 Oktober 2014

Pendekatan Pelatihan

Bicara tentang pendekatan pelatihan, dalam tulisan ini akan saya berikan beberapa hasil rangkuman dari pemaparan dosen dalam perkuliahan saya minggu lalu.

Pendekatan Pelatihan

Pendekatan, merupakan basis atau dasar-dasar yang digunakan untuk melakukan pelatihan. Pendekatan merupakan sebuah cara atau langkah-langkah yang diambil agar pelatihan yang dilakukan dapat secara efektif dan efisien diterima oleh peserta pelatihan. Dengan pendekatan pelatihan maka dapat digunakan pula metode-metode yang tepat agar pesan yang diberikan tersampaikan dengan baik.

Pelatihan merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk meningkatkan performance/kemampuan, kinerja, pengetahuan, skill dan mengubah sikap/perilaku sesuai dengan kebutuhan kerja.

Dari definisi diatas dapat saya simpulkan yang dimaksud dengan pendekatan pelatihan adalah sebuah cara/langkah yang digunakan untuk meningkatkan performance/ kemampuan, keterampilan, pengetahuan, sikap dan perilaku tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan kerja secara efektif dan efisien.

Macam atau Jenis Pendekatan Pelatihan

Pada dasarnya pendekatan pelatihan terbagi menjadi dua, yaitu :

1. Traditional Approach, yaitu pendekatan yang digunakan terhadap orang-orang atau tenaga kerja yang belum memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan sedikitpun, sehingga pendekatan yang digunakan dalam pelatihan adalah pendekatan “konvensional”.

2. Modern Approach, yaitu pendekatan yang digunakan kepada orang-orang yang belum atau sudah bekerja yang dianggap telah memiliki pengetahuan mendasar tentang ranah kerja yang ditekuninya.

Objek Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT)

Objek DIKLAT dalam hal ini merupakan target atau sasaran yang akan diberikan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT). Berikut akan dipaparkan 4 objek DIKLAT, yaitu :

1. Individual, individu dijadikan sebagai objek DIKLAT karena pencapaian individu berdampak terhadap pencapaian tujuan dari sebuah organisasi.

2. Organization, dijadikan sebagai objek DIKLAT karena pencapaian sebuah tujuan organisasi akan mempengaruhi pencapaian individu.

3. Fungsional, sebuah kontribusi yang diberikan perangkat fungsional organisasi akan berpengaruh terhadap kebutuhan-kebutuhan organisasi.

4. Societa, dalam hal ini DIKLAT memiliki peran, etika dan tanggung jawab sosial terhadap sebuah pembangunan di masyarakat. DIKLAT diharapkan mampu merubah dan mengembangkan potensi-potensi yang ada didalam masyarakat.

Importance of Training and Development

1. Optimum utilization of human resources
2. Development of human resources
3. Development of employees skill
4. Productivity
5. Team spirit
6. Organization culture
7. Organization climate
8. Quality
9. Healthy work environment
10. Morale
11. Image, and
12. Profitability

Tidak ada komentar:

Posting Komentar